Miracle in Cell No. 7 (2022) Review, Kisah Haru Ayah-Anak yang Bikin Nangis Tersedu - Sedu - Film

Miracle in Cell No. 7 (2022) Review, Kisah Haru Ayah-Anak yang Bikin Nangis Tersedu - Sedu

Review Film Miracle in Cell No. 7

Tahun 2022 ini ada lumayan banyak film Indonesia yang merupakan buah hasil adaptasi dari film Korea yang sukses mendunia. Contohnya saja di bulan Juni kemaren ada film My Sassy Girl, dan di bulan September ini, muncul lagi film adaptasi Korea yang katanya sudah diadaptasi di lebih dari 5 negara berbeda, termasuk Indonesia, judul filmnya yaitu Miracle in Cell No. 7.

Sebelum memutuskan untuk menonton filmnya, saya sebenarnya sempat mampir ke beberapa channel review dulu, setidaknya biar punya gambaran apakah film ini memang bagus seperti rumornya, atau malah sebaliknya. Mayoritas kritikus film bilang kalau film ini lumayan bagus, bahkan ada yang bilang kalau film adaptasi Indonesia lebih bagus dari originalnya. Menurut saya sih pendapat seperti itu memang terdengar cukup berlebihan, tapi setidaknya itu sudah cukup menggambarkan kalau film ini worth it untuk dilihat.

Datang ke bioskop dengan ekspektasi yang biasa saja, tidak berharap banyak, kalau pun jelek juga nggak kecewa, tapi setelah nonton ternyata rasanya sangat memuaskan. Walaupun sebenarnya masih punya banyak plot hole dalam ceritanya, tapi harus saya akui kalau muatan tentang hubungan antara ayah dan anak dalam film Miracle in Cell No. 7 berhasil digambarkan dengan cukup sempurna.

Film ini menceritakan tentang seorang ayah bernama Dodo Rozak (Vino G. Bastian) dan anaknya, Kartika (Graciella Abigail), yang sedang tertimpa musibah setelah sang ayah, Dodo Rozak, dituduh membunuh dan memperkosa anak seorang pejabat. Padahal, sebenarnya Dodo Rozak hanyalah seorang pedagang balon biasa yang memiliki kelainan atau biasa disebut disabilitas. Namun dikarenakan tuduhan dan bukti yang ada cukup kuat, pengadilan akhirnya memutuskan memberikannya hukuman mati.

Selama berada di penjara, Dodo Rozak ditempatkan di sel no. 7 dan bertemu dengan para NAPI kelas kakap lainnya. Pada awalnya, Dodo dianggap sebagai orang yang berbahaya karena dia di cap sebagai pembunuh sekaligus pemerkosa anak kecil. Namun karena sikapnya yang baik hati, dia akhirnya berteman baik dengan semua NAPI di sel tersebut.

Hubungan antara Dodo dan Kartika juga tergambarkan dengan sangat jelas dalam film ini. Sejak awal cerita, filmnya sudah menampilkan bagaimana eratnya hubungan antara ayah dan anak yang seolah sudah tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya. Vino G. Bastian yang memerankan Dodo Rozak juga patut diacungi 2 jempol, karena kualitas aktingnya yang hampir tidak ada kurangnya. Aktingnya sebagai seorang disabilitas yang sangat merindukan anaknya sangat mengharukan buat dilihat, khususnya di beberapa bagian scene yang pastinya akan membuat kalian meneteskan air mata, saran saya sih mending siapin tisu aja deh kalo mau nonton film kayak gini.

Akting dari Graciella Abigail sebagai Kartika kecil juga tidak ada duanya, raut wajahnya yang selalu ekspresif membuat penjiwaan karakternya sebagai anak kecil yang lugu dan polos sangat terasa. Dari mukanya aja tuh udah kelihatan kalo dia emang sudah jago akting, jadi nggak ada unsur awkward yang terjadi sekalipun dia muncul dalam satu scene yang panjang. Mantep deh pokoknya, jarang - jarang lho ngelihat anak kecil yang jago akting di film indo jaman sekarang.

Film ini juga nggak melulu nyeritain tentang drama keluarga, ada juga unsur komedinya yang dieksekusi dengan cukup sempurna. Banyak adegan komedi yang sukses mengundang gelak tawa penonton, karena mayoritas cast dalam film ini memang isinya pelawak semua. Di film ini juga kalian bisa ngelihat beberapa pelawak yang ternyata bisa akting serius, contohnya kayak Tretan Muslim sebagai polisi yang kejam, main pukul, behh ngeri dah pokoknya, walaupun wajah maduranya masih tetap nggak bisa diubah. Ada juga Denny Sumargo yang berperan sebagai kepala penjara yang nggak kalah badass-nya.

Unsur drama yang dibalut dengan komedi berpadu dengan sangat sempurna dalam film ini. Amanatnya bagus, penceritaannya bagus, aktingnya juga oke, yaaa almost perfect. Cuma, ada beberapa hal yang mungkin detailnya masih kurang, contohnya pada saat perakitan balon udara, atau pada saat perencanaan penyelundupan Kartika ke dalam penjara, semuanya kayak yaudah berlangsung gitu aja tanpa ada penjelasan yang cukup detail, tapi ya namanya fokus ceritanya bukan kesitu, jadi menurut saya itu semua masih bisa dimaklumi.

Sesuai dengan ceritanya yang bertema tentang drama keluarga, Miracle in Cell no. 7 ini sangat cocok buat kalian tonton bersama keluarga, khususnya bareng ayah kalian biar feels-nya tuh lebih terasa. Jangan lupa siapin tissue juga biar nggak bengek, karena kemarin saya waktu nonton di bioskop itu lumayan banyak juga orang yang nangis, jadi ya mungkin ceritanya emang ngena banget buat mereka, karena kalo saya entah kenapa masih nggak nangis, mungkin karena rasa empati saya udah ketutup atau gimana saya juga gatau. Tapi yang pasti film ini worth it kok buat kalian tonton, nggak bakal kecewa deh pokoknya, dramanya dapet, komedinya juga dapet.


SCORE

8/10

Miracle in Cell no. 7 membuktikan bahwa Indonesia ternyata bisa bikin film adaptasi korea yang bagus. Setidaknya ini film punya perkembangan yang lebih signifikan jika dibandingkan dengan adaptasi film di beberapa bulan belakangan.

Kalau dibandingin sama versi originalnya sih jujur saja saya nggak tau karena saya juga belum nonton yang versi originalnya. Yang pasti, film ini punya muatan yang bagus tentang hubungan antara ayah dan anak yang pastinya menjadi salah satu rekomendasi film keluarga yang worth it buat kalian lihat.


TRAILER


***

Sekian postingan saya kali ini mengenai review dari film Miracle in Cell No. 7. Buat yang udah nonton, gimana nih menurut kalian? Tulis saja pendapat kalian di kolom komentar.

Jangan lupa selalu kunjungi blog ini untuk mendapatkan informasi menarik lainnya seputar film.

Terima kasih.

0 Response to "Miracle in Cell No. 7 (2022) Review, Kisah Haru Ayah-Anak yang Bikin Nangis Tersedu - Sedu"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel