Review Film Pearl (2022), Sisi Gelap dari Gadis Petani yang Polos

Review Film Pearl (2022)

Bulan Maret lalu kita sudah disuguhkan dengan film buatan Ti West yang berjudul X, dan ternyata di bulan Oktober ini, dia merilis prekuelnya dengan tajuk "Pearl".

Seperti judul filmnya, Pearl disini akan memfokuskan ceritanya kepada origin dari karakter Pearl yang ditampilkan sebagai seorang nenek psikopat di film X.

Berlatar di tahun 1918, tahun dimana Pearl masih menjadi seorang gadis desa polos yang hidup bersama kedua orang tuanya. Ibunya merupakan seorang wanita yang tegas dalam mendidik Pearl, segala hal yang dilakukan Pearl harus dilakukan atas persetujuannya. Sementara itu, ayahnya menderita sakit keras yang membuatnya hanya bisa duduk lemas di kursi roda, tanpa bisa bicara, hanya bisa menatap ke arah sekelilingnya dengan lemas.

Hidup sebagai seorang peternak ternyata bukanlah hal yang diimpikan oleh Pearl. Sejak dulu, dia sangat ingin pergi jauh dari rumahnya untuk menjelajah dunia. Impiannya tersebut terasa semakin nyata setelah Pearl menikahi Howard, yang menurutnya akan mengajaknya pergi jauh dari kawasan peternakan itu. Sayangnya, setelah menikah Howard harus pergi berperang, dan mau tidak mau kini Pearl harus membantu ibunya untuk mengurus hewan ternak dan merawat sang ayah yang sedang sakit keras.

Meskipun impiannya perlahan mulai sirna, Pearl masih percaya bahwa suatu saat nanti dia akan menjadi seorang bintang penari terkenal dan akan berkeliling ke seluruh penjuru dunia. Setiap harinya Pearl bahkan berlatih menari di depan hewan ternaknya yang sudah dia anggap sebagai penonton setia.

Penggambaran tokoh Pearl dalam film ini memang sangat sempurna. Di sepanjang filmnya, kita sebagai penonton dapat melihat dengan jelas perubahan tingkah Pearl dari seorang gadis peternak biasa yang polos sampai akhirnya menjadi seorang psikopat.

Karakter Pearl di film ini bagaikan pungguk yang merindukan bulan, harapannya menjadi seorang penari terkenal sangatlah tinggi yang tak akan bisa dia capai dengan mudah. Namun dengan sifatnya yang keras kepala, Pearl menghalalkan segala cara untuk menggapai impiannya tersebut, meskipun harus membunuh.

Lingkungan Pearl yang digambarkan dengan suram juga menambah atmosfer mengerikan dalam film ini. Meskipun tidak ada unsur horornya sama sekali, dengan melihat kehidupan Pearl yang sangat dikekang oleh orang tuanya saja rasanya sudah cukup menyeramkan, udah kayak hidup dalam sebuah penjara, meskipun penjara tersebut berupa rumahnya sendiri.

Aktris Mia Goth yang kembali hadir untuk memerankan Pearl juga patut diacungi jempol disini. Entah kenapa, sejak kemunculannya sebagai pemeran utama di film X, Mia Goth selalu berhasil membuat semua mata tertuju kearahnya. Selama ini, Mia Goth jarang tampil di sebuah film, sekalinya tampil pun dia kadang hanya dipakai sebagai pemeran tambahan. Maka dari itu, melalui dwilogi horor karya Ti West ini, Mia Goth seakan menunjukkan potensinya bahwa dia bisa berperan sebagai seorang karakter utama secara totalitas.

Saya bahkan masih speechless dengan monolog yang dilakukan Mia Goth dalam film Pearl ini selama lebih dari 6 menitan. Bayangin aja deh kalian harus berakting ngomong seperti seorang psikopat selama 6 menit lebih tanpa cut. Gila sih, ga habis pikir lagi dah pokoknya sama gimana cara Mia Goth mendalami karakter Pearl selama syuting film ini.

Nggak cukup sampai disitu, di credit scene nanti Mia Goth juga bakalan nampilin scene yang menurut saya menjadi scene yang paling menakutkan di sepanjang film horor thriller slasher tahun ini. Saya nggak bakalan spoiler itu scene tentang apaan, jadi kalo kalian kepo ya mending tonton aja deh filmnya.

Sebagai sebuah prekuel, Pearl berhasil menyajikan sebuah kisah origin dari karakter psikopat secara mengesankan. Rasanya masuk akal aja gitu bagaimana cara alur cerita dari film Pearl ini bersambung untuk melengkapi beberapa plot hole yang muncul di film X.


SCORE 

7/10

Overall, Pearl berhasil menjadi sebuah film horor thriller slasher yang menarik sekaligus mengerikan di waktu yang bersamaan. Dengan kualitas akting dari Mia Goth yang kelewat sempurna, film ini sangat worth it ditonton buat kalian para pecinta genre thriller. 

Namanya juga prekuel, maka jika dilihat dari alur ceritanya, harusnya film Pearl ini kalian tonton dulu sebelum film X

Akan tetapi, buat kalian yang udah terlanjur nonton film X duluan juga ga masalah karena ceritanya masih sama - sama nyambung, sekalipun kebalik nontonnya juga tetep nyambung aja gitu lhoo, karena kalo dilihat dari tanggal rilisnya emang film X duluan yang rilis, baru setelah itu Pearl.

Katanya nanti juga bakal ada sequel dari X yang rumornya dikasih judul Maxxine. Jadi makin penasaran lagi deh gimana cara Ti West ngembangin universe dari film thriller slasher-nya ini. Mari kita tunggu kelanjutannya bersama.


TRAILER


***

Itulah review dari saya mengenai film Pearl (2022). Perlu kalian tahu bahwa seluruh isi dari postingan ini hanya berasal dari opini saya pribadi. Oleh karena itu, jika ada dari kalian yang ingin menambahkan silahkan langsung saja tulis di kolom komentar.

Jangan lupa selalu kunjungi blog ini untuk mendapatkan informasi menarik seputar film lainnya.

Terima kasih.

Dava

Hanya seorang manusia biasa yang hobi nonton film dan main game

Post a Comment

Previous Post Next Post

Contact Form