Dan kini, sutradara asal Irlandia ini kembali dengan proyek yang tidak kalah
ambisius, yaitu menghidupkan kembali franchise film
The Mummy yang udah lama terbengkalai.
Tapi, hapus dulu memori kalian tentang The Mummy-nya Brendan Fraser
atau versinya Tom Cruise di tahun 2017 lalu. Sebab di tangan Lee Cronin,
The Mummy bukan lagi film action adventure tentang para
penjarah makam, melainkan murni horor slasher mengenai teror
dari sebuah entitas kuno yang sudah ada bahkan sebelum manusia turun ke
bumi.
Namun akankah film ini berhasil melampaui film The Mummy sebelumnya?
Simak pembahasannya berikut:
A. SINOPSIS
Lee Cronin's The Mummy memfokuskan ceritanya kepada Charlie Cannon
(Jack Reynor), seorang jurnalis investigasi TV di Kairo yang hidup bersama
istri dan kedua anaknya yang bernama Sebastian dan Katie.
Keluarga kecilnya hidup dengan bahagia, sampai suatu ketika anak mereka yang
paling kecil, yaitu Katie, mendadak menghilang tanpa jejak.
Charlie pun sangat terguncang, sebab dia lah yang ada di rumah waktu Katie
menghilang. Hubungannya dengan Larissa (istrinya) pun ikut memudar, keluarga
yang sebelumnya tampak harmonis, kini diambang kehancuran.
Setelah 8 tahun tak mendapatkan kabar dari keberadaan putrinya, sebuah
keajaiban pun terjadi. Katie ditemukan dalam keadaan masih hidup. Tubuhnya
ditemukan di dalam sarkofagus tua yang jatuh bersamaan dengan pesawat yang
mengangkutnya.
Namun, momen kembalinya sang anak yang seharusnya penuh haru berubah menjadi
melapetaka setelah beragam hal janggal mulai bermunculan tepat setelah Katie
dibawa pulang ke rumah bersama keluarganya.
Apakah Katie yang mereka bawa pulang adalah anak mereka yang dulu
menghilang? Atau justru entitas jahat lah yang kini hidup seatap dengan
mereka? Tonton sendiri filmnya biar tau jawabannya.
PROS
1. Horor-nya Serem Parah
Masih membawa ciri khasnya yang suka ngasih banyak adegan ngilu dan
menegangkan, Lee Cronin merubah drastis franchise The Mummy yang
dikenal sangat kental dengan elemen action dan adventure.
Kini di tangannya The Mummy tampil seperti sekuel dari
Evil Dead Rise yang kejam dan penuh adegan berdarah.
Kalau ekspektasi kalian masih kayak film - film The Mummy sebelumnya,
sebaiknya siap - siap aja buat kecewa, sebab film berdurasi 133 menit ini
murni membawa genre horor slasher yang akan menyiksa
mental dan batin kalian dari awal sampai akhir, pengen buru - buru minta
jeda buat nafas.
2. Terornya Kreatif, Nggak Nampilin Jumpscare Murahan
Udah basi lah ya kalau ngomongin jumpscare di film horor. Di
era sekarang, film horor yang tampak serem justru film yang minim
menampilkan jumpscare. Pendekatan horor-nya harus selalu
berbeda dan fresh biar penonton nggak bisa menerka kapan momen menakutkannya
akan muncul.
Dan untungnya, Lee Cronin disini paham betul bagaimana cara membuat
penontonnya takut dengan pendekatan yang berbeda dari mayoritas film
horor lain. Contoh kecilnya seperti scene saat Larissa sedang
berusaha untuk memotong kuku dari Katie.
Karena kukunya sangat tebal dan panjang, secara tak sengaja dia justru malah
menarik kuku hingga sampai ke kulit - kulitnya. Saya yang nonton aja
langsung ikut ngilu lihatnya, langsung ngerasa gak nyaman pengen udahan.
Padahal adegannya simple, cuma motong kuku doang.
3. Penampilan Natalie Grace yang Memukau
|
| Natalie Grace sebagai Katie |
Pujian patut diberikan kepada Natalie Grace yang berperan sebagai Katie di film ini. Dia mampu memberikan transisi yang epik dari anak yang polos menjadi wadah entitas jahat yang manipulatif dan tak bisa diprediksi.
Tatapan kosongnya menyimpan banyak sekali misteri, membuat penonton selalu
bimbang apakah dia sebenarnya masih punya sisi manusia, atau sudah
sepenuhnya dikuasai oleh entitas jahat.
Dengan usianya yang masih muda tapi udah bisa ngeksekusi karakter
se-kompleks ini udah cukup membuktikan bakatnya di dunia akting. Moga aja
kedepannya dapet peran yang bagus lagi biar potensinya makin kelihatan.
4. Latar Mesir Bukan Pajangan Doang
Biasanya di film The Mummy latar Mesir tuh kayak dijadiin pajangan
doang.
Tempatnya doang di Mesir tapi sepanjang film karakternya ngobrol pakai
bahasa inggris.
Nah, nampaknya Lee Cronin menyadari hal tersebut, makanya di filmnya ini ada
banyak sekali unsur Mesir yang ditampilkan. Dari hal yang paling simple,
karakter - karakter pendukung yang tampil memang tampak seperti orang dari
Mesir.
Yang bikin amaze lagi, banyak dialog antar karakternya yang dilakukan
dengan bahasa arab, jadi kerasa banget nuansa timur tengahnya.
CONS
1. Masih Punya Banyak Plot Hole
Formula slasher penuh darah Lee Cronin di film Evil Dead Rise memang tampak sangat padu.
Tapi sayangnya, di The Mummy ini formula tersebut kurang cocok
digunakan. Kenapa? Karena sejak dulu citra dari
franchise film The Mummy itu selalu
action adventure, yang menceritakan petualangan para penjarah makam
kuno di Mesir.
The Mummy selalu menitik-beratkan sisi historis, khususnya tentang
piramid; tentang jebakan - jebakan yang ada di dalamnya, kutukan kuno yang
siap mengintai saat makam di dalam piramid dijarah, dll.
Tapi, di Lee Cronin's The Mummy ini sisi historis dan legenda tentang
piramid itu tidak begitu dibahas. Latar belakang iblisnya sangat singkat.
Ritual - ritual yang dipakai juga masih kurang believable karena
masih terlihat sangat simple dan kurang menampilkan sisi magis dan
mistisnya.
Bagi saya The Mummy ini tampak seperti film Evil Dead Rise versi Mesir, soalnya ada banyak sekali treatment yang sama dari Lee
Cronin yang terlihat jelas diantara kedua film buatannya tersebut.
B. TRAILER
C. SCORE
8/10
Lee Cronin's The Mummy tergolong sebagai sebuah remake yang berani. Film ini mengabaikan segala unsur yang sebelumnya melekat
dalam franchise The Mummy, lalu membungkusnya lagi dengan bumbu
horor slasher
yang brutal ala Evil Dead Rise.
Bagi pecinta film horor slasher, Lee Cronin's The Mummy pasti tampak
sangat menyenangkan. Tapi di mata penikmat film - film
The Mummy sebelumnya, elemen The Mummy di film ini pasti bakal
terasa sangat kurang. Baik itu dari segi cerita, konflik, sampai
ending-nya, kayak ada bagian yang hilang aja gitu.
Tapi ya balik lagi, itu semua soal selera, bukan?
Overall, Lee Cronin's The Mummy ini masih memuaskan kok, terornya
serem, horor-nya dapet, dan sukses bikin nutup mata waktu nonton.
Tapi bagaimana nih menurut kalian? Apakah kalian lebih suka film
The Mummy yang full action, atau yang full horor kayak
gini? Tulis pendapat kalian di kolom komentar.
***
Sekian pembahasan mengenai review film
Lee Cronin's The Mummy (2026) dari saya.
Perlu diingat bahwa seluruh isi postingan ini hanya berasal dari opini saya
pribadi. Oleh karena itu, jika ada dari kalian yang punya opini lain tentang
film, langsung saja beritahu saya di kolom komentar.
Jangan lupa selalu kunjungi blog ini untuk mendapatkan informasi seputar
film ataupun series menarik lainnya.
Terima kasih.


