Review The Nun II (2023), Banyak Jumpscare Doang Tapi Ceritanya Kurang

Review Film The Nun II (2023)

Kisah origin dari Valak di film The Nun nampaknya mendapatkan cukup perhatian besar dari para penontonnya, sehingga akhirnya Michael Chaves membuatkan sekuelnya yang rilis di awal bulan September lalu.

Masih melanjutkan kisah dari film pertamanya, suster Irene (Taissa Farmiga) yang selamat dari tragedi di biara St. Carta kini mulai menjalani kehidupan yang normal sebagai seorang biarawati di gereja yang letaknya jauh di pedesaan.

Namun, kehidupan normalnya sebagai seorang biarawati kembali terusik setelah dia ditugaskan untuk memburu Valak yang ternyata selama ini merasuki tubuh dari Maurice (Jonas Bloquet), rekan suster Irene yang juga muncul di film The Nun yang pertama.

Dengan memanfaatkan tubuh dari Maurice, Valak berkeliling ke seluruh penjuru eropa untuk menemukan sebuah relik kuno yang dipercaya dapat meningkatkan kekuatan iblis. Di sepanjang perjalanannya itu, ada banyak sekali korban berjatuhan karena ulah dari Valak, dan para korban tersebut ternyata memiliki koneksi yang berhubungan dengan relik kuno itu.

Berbeda dari film pertamanya, The Nun II memiliki ruang lingkup yang lebih luas. Ada lebih banyak juga aktor yang memiliki peran penting di sepanjang film ini berjalan. Akan tetapi, entah kenapa ceritanya malah dibuat terlalu ringkas, sehingga kesannya The Nun II ini hanya dibuat untuk menampilkan teror seram dari Valaknya saja.

Padahal, sebelum perilisannya, hype dari The Nun II ini sebenarnya cukup besar. Banyak sekali para fans film horror di luar sana yang menginginkan kisah asal usul dari Valak sebelum iblis tersebut muncul dalam universe The Conjuring. Kita semua juga sudah tahu betul seberapa populernya karakter Valak dulu ketika The Conjuring 2 dirilis, sehingga tak heran jika setelah itu Valak diberikan film khususnya sendiri lewat The Nun.

Namun sayangnya, kedua film The Nun kurang mendapatkan hasil yang memuaskan. Saya tidak bilang filmnya buruk, hanya saja ada beberapa aspek yang membuat kedua film The Nun terasa kurang jika dibandingkan dengan Valak yang ada di film The Conjuring 2 dulu.

Dari film The Nun yang pertama saja sebenarnya sudah ada banyak sekali kekurangannya, baik itu dari pendalaman karakternya yang kurang, penampilan Valaknya yang muncul buat nakutin penonton doang, hingga banyaknya plot hole di dalam ceritanya.

Seolah tidak belajar dari kesalahan yang sama, berbagai kekurangan tersebut kembali muncul dalam sekuelnya ini. Saya tidak tahu apakah cerita dari origin Valak itu susah di eksplor atau bagaimana, tapi yang jelas alur cerita yang hadir di The Nun II ini kelihatan sama kacaunya.

Bukannya menjadi lebih menarik, ceritanya malah kelihatan semakin biasa aja. Dari pertengahan film saja ending-nya sudah ketebak. Padahal, di beberapa menit awal film The Nun II ini mencoba menyuguhkan elemen misteri yang cukup menarik, misteri tentang kembalinya Valak yang secara membabi buta menghabisi seorang pastor di sebuah gereja.

Namun sayangnya, misteri kembalinya Valak tersebut diungkap terlalu cepat di babak pertengahan film sehingga di paruh akhirnya film ini terasa tidak ada elemen surprise-nya lagi sama sekali, ya iya sih ntar bakal ada battle antara suster Irene dengan Valak, tapi kan kalian semua juga sudah tahu siapa yang akan menang.

Rasanya beda banget kalau dibandingin sama 2 film The Conjuring yang bagi saya keduanya bisa bikin sesak nafas waktu nonton, momen menegangkannya terasa, elemen misteri dan horornya juga dapet, jadi lebih menarik aja gitu waktu nontonnya.

Tapi setidaknya The Nun II ini memiliki banyak scene mengagetkan yang bikin jantung kalian mau copot waktu nonton. Yap, film ini memang jauh lebih unggul di momen jumpscare-nya ketimbang ngurus ceritanya. Saya rasa The Nun II ini cocok buat jadi pelengkap Insidious: The Red Door, karena yang satu unggul di scene jumpscare-nya, sedangkan yang satunya lagi unggul di alur ceritanya.


SCORE

5/10

Besarnya potensi yang dimiliki The Nun II sayangnya tidak bisa dimaksimalkan dengan baik yang membuat penilaian saya agak rendah untuk film ini. Tapi, jika melihat dari post credit scene-nya, kemungkinan besar film The Nun selanjutnya bakalan udah gabung sama film The Conjuring, jadi ya saya harap kualitasnya setidaknya disamain lah kayak 2 film The Conjuring sebelumnya.

The Nun II mungkin menjadi film horor yang agak mengecewakan di tahun ini, namun film ini tetap worth it buat ditonton, khususnya buat kalian penyuka film horor yang penuh dengan scene jumpscare.


TRAILER


***
Sekian review film The Nun II (2023) dari saya. Perlu diingat bahwa seluruh isi dari postingan ini hanya berasal dari opini saya pribadi saja. Oleh karena itu, jika ada dari kalian yang ingin memberikan tambahan silahkan langsung tulis saja di kolom komentar.

Jangan lupa selalu kunjungi blog ini untuk mendapatkan review seputar film dan serial favorit lainnya.

Terima kasih.

Dava

Hanya seorang manusia biasa yang hobi nonton film dan main game

Post a Comment

Previous Post Next Post

Contact Form