Review Film The Animal Kingdom (2023), Ketika Umat Manusia Berubah Menjadi Hewan

Review Film The Animal Kingdom (2023)

Semakin kesini, rasanya perkembangan industri film semakin menarik saja untuk disaksikan. Setiap tahunnya ada saja film dengan konsep baru yang bermunculan, salah satu contohnya ya film yang akan saya bahas dalam postingan ini. Seperti yang telah kalian baca di judul, film tersebut yaitu The Animal Kingdom yang rilis perdana di Prancis pada 4 Oktober lalu.

The Animal Kingdom merupakan film drama keluarga karya Thomas Cailley, sutradara asal Prancis yang sebelumnya dikenal dari Love at First Fight yang rilis di tahun 2014 silam.

The Animal Kingdom mengisahkan tentang sebuah keluarga yang terdiri dari seorang ayah, Francois (Romain Duris), dan anak semata wayangnya, Emile (Paul Kircher), yang harus bertahan hidup di tengah wabah mutanisasi yang sedang melanda.

Wabah tersebut secara perlahan mengubah manusia menjadi seekor hewan. Tak ada yang tahu pasti bagaimana asal mulanya, tapi wabah tersebut dengan cepat menyebar ke seluruh dunia dan menginfeksi banyak orang. Ibu Emile yang bernama Lana adalah salah satu korbannya. Secara perlahan dia berubah menjadi seekor Kungkang dan mulai menyerang anaknya sendiri tanpa sebab yang jelas.

Semenjak peristiwa itu pun Lana direhabilitasi di sebuah fasilitas pemerintah, disana dia mendapatkan perawatan intensif, meski masih belum ada satu pun obat yang dapat menyembuhkan penyakit mutasi tersebut.

Setelah kondisinya kian membaik, dokter pun memberikan saran bahwa Lana harus dipindahkan ke sebuah sektor yang dibuat khusus untuk menampung para mutan tersebut. Namun sayangnya, di tengah perjalanan mobil yang ditugaskan untuk mengangkut para mutan itu malah mengalami kecelakaan, membuat para mutan yang menjadi muatannya berlarian ke segala arah.

Khawatir akan kondisi ibunya, Emile dan Francois pun mulai melakukan pencarian. Terdengar nekat memang, namun hanya itulah satu - satunya cara yang dapat mereka lakukan mengingat pihak polisi sudah menghentikan proses pencarian.

Di sepanjang durasinya, film ini memang hanya berfokus pada keluarga Francois saja. Saya sebagai penonton seolah - olah ikut menjadi anggota keluarga Francois, karena sejak awal pendalaman karakter dari Francois dan Emile memang sangat terasa dalam. Konflik yang disajikan pun sebenarnya tidak terlalu kompleks, hanya memperbicangkan tentang usaha mereka berdua dalam menemukan Lana yang telah berubah menjadi mutan dan malah hilang di tengah hutan.

Meski mutannya jarang muncul, harus diakui bahwa konsep mutanisasi di film ini sudah sangat bagus. Mulai dari grafis CGI-nya yang oke, akting dari para karakter yang telah menjadi mutan juga tidak buruk, khususnya pada karakter Fix yang menurut saya menjadi mutan paling memorable di film ini.

Penampilannya sebagai mutan burung yang lengkap dengan sayap yang tumbuh di kedua lengannya terasa enak untuk dilihat. Ditambah lagi, dengan suaranya yang sangat mirip dengan burung membuat penampilannya makin sulit untuk dilupakan.

Akting dari Romain Duris sebagai Francois juga tidak kalah bagusnya. Dia berhasil tampil sebagai sosok ayah yang tegas, yang akan melakukan segala cara demi membuat keluarganya bahagia.

Mutanisasi dalam film ini secara tidak langsung mengajarkan bahwa umat manusia seharusnya bisa hidup berdampingan dengan hewan. Meski ada beberapa jenis hewan yang bisa mengancam nyawa manusia, namun umat manusia tetap tidak berhak untuk membunuh mereka tanpa alasan yang jelas, karena para hewan sejatinya juga makhluk hidup, sama seperti kita sebagai manusia.

Dengan durasinya yang tergolong lama, alurnya memang terasa sangat lambat, khususnya di paruh awalnya yang saya rasa dibuat terlalu bertele - tele, jadi agak ngantuk waktu nonton, tapi untungnya waktu ending konfliknya cukup seru, nih mata jadi seger lagi buat ngelarin nonton.

Sayangnya, Paul Kircher yang berperan sebagai Emile kurang tampil dengan baik, dialog dan ekspresinya masih kaku sehingga bikin filmnya tambah boring, tapi secara keseluruhan The Animal Kingdom ini masih jadi salah satu film yang worth it buat kalian tonton kok, nggak usah berekspektasi banyak - banyak aja sebelum nonton biar nggak kecewa.


SCORE

6/10

Konsep mutanisasi manusia yang secara perlahan berubah menjadi hewan memang menjadi tema yang cukup menarik, dan film ini saya rasa sudah cukup berhasil dalam menerapkan konsepnya, meski masih ada banyak sekali potensi yang belum dimaksimalkan.

Jika kalian menyukai film drama keluarga dengan cerita yang unik, The Animal Kingdom ini dapat menjadi film rekomendasi yang cocok buat kalian tonton. Tapi jika kalian tidak suka dengan film yang pelan dan punya cerita yang kurang berbobot, saran saya mending nyari film yang lain aja.


TRAILER


***

Sekian review film The Animal Kingdom (2023) dari saya.

Perlu diingat bahwa seluruh isi dari postingan ini hanya berasal dari opini saya pribadi. Oleh karena itu, jika ada dari kalian yang ingin memberikan tambahan silahkan langsung tulis saja di kolom komentar.

Jangan lupa selalu kunjungi blog ini untuk mendapatkan informasi menarik seputar film dan series lainnya.

Terima kasih.

Dava

Hanya seorang manusia biasa yang hobi nonton film dan main game

Post a Comment

Previous Post Next Post

Contact Form