American Horror Story: Asylum (2012) Review

Review Series American Horror Story Asylum

Musim pertama American Horror Story cukup membuat saya terkesan, sehingga tak butuh waktu lama bagi saya untuk lanjut menonton musim keduanya yang bertajuk Asylum ini.

Di musim keduanya ini latar tempatnya berfokus pada sebuah rumah sakit jiwa bernama Briarcliff yang dipimpin oleh Monsignor Timothy Howard (Joseph Fiennes) dan Suster Jude (Jessica Lange) yang menjadi asistennya. Institusi tersebut pada awalnya bertujuan untuk menyembuhkan penyakit mental dan mengarahkan setiap pasien mereka ke jalan yang sesuai dengan ajaran Tuhan. Akan tetapi, faktanya ternyata sangat jauh berbeda. Para pasien yang dirawat di Briarcliff mayoritas tidak ditangani dengan tepat karena kurangnya pelayanan yang disediakan disana. 

Kondisi tersebut juga makin diperparah dengan adanya beberapa pihak yang mencoba mengambil untung dari bobroknya pengelolaan yang ada di dalam Briarcliff. Dr. Arthur Arden (James Cromwell) contohnya, dia secara diam - diam melakukan eksperimen ilegal dengan menciptakan sebuah makhluk seperti zombie yang dia anggap sebagai evolusi dari manusia.

Cerita dari series ini berpusat kepada seorang pria bernama Kit Walker (Evan Peters) yang dituduh telah membunuh dan menguliti istri dan beberapa korban lain yang ditemukan di area sekitar rumahnya. Meski telah bersikeras dan mengatakan bahwa sosok makhluk asing lah yang melakukannya, namun alibinya itu sangat tidak masuk akal sehingga membuatnya di cap sebagai orang yang gila. Sebagai hukumannya, Kit Walker pun lalu dijebloskan ke dalam Briarcliff.

Selama di Briarcliff, Kit mendapatkan perlakuan yang kejam. Dia kerap kali mendapatkan pukulan dari Suster Jude hanya karena dianggap melanggar peraturan yang ada di sana. Kit bahkan sampai berulang kali dimasukkan ke dalam sel isolasi yang gelap dan dingin dengan maksud agar dia merasa jera atas semua perbuatan yang telah dia lakukan sebelumnya.

Berbeda jauh dari musim pertamanya yang memiliki alur cerita sangat lambat di beberapa episode awalnya, musim keduanya ini ceritanya malah jauh lebih padat dan kompleks, lengkap dengan genre horror-nya yang makin berasa. Bisa dibilang kalau Asylum ini merupakan versi sempurnanya Murder House, karena beragam kekurangan yang ada di Murder House semuanya berhasil ditutup dengan sempurna di musim ini.

Jika di musim pertamanya performa dari Taissa Farmiga yang berperan sebagai Violet sangat memukau perhatian saya, di musim kedua ini giliran Lily Rabe yang berhasil tampil dengan gemilang. Berperan sebagai Suster Mary Eunice McKee yang polos dan lugu, Lily Rabe berhasil meng-carry series ini sendirian. Hal yang membuat saya sangat terpukau adalah bagaimana epic-nya perannya saat tubuhnya dirasuki iblis. Karakternya sebenarnya tidak berubah banyak, namun beragam cara licik yang dilakukannya membuat saya yang menontonnya percaya bahwa dia memanglah iblis yang sebenarnya. 

Jessica Lange yang berperan sebagai Suster Jude pun juga mengesankan. Dia mampu membuat saya merasa kesal dengan tingkahnya yang emang kadang diluar akal sehat, kayak mukuli pasien tanpa sebab yang jelas, gampang terprovokasi, dan sikapnya yang terlalu mengidolakan Monsignor Timothy. 

Selaras dengan Briarcliff yang diperuntukkan bagi orang yang sakit jiwa, semua karakter yang muncul di musim kedua ini  sama gilanya, bahkan karakter yang awalnya waras kayak Kit pun lama - lama ikutan jadi gila waktu udah lama berada di Briarcliff.

Kalo melihat dari segi ceritanya sebenarnya konsepnya tidak jauh berbeda dari musim pertamanya. Setiap episodenya memiliki kengerian dan terornya masing - masing yang semuanya nanti dihubungkan melalui Briarcliff sebagai latar utama dimana semua ceritanya berjalan.

Tapi sayangnya sampai akhir episodenya berjalan ada banyak sekali plot hole yang belum dijelaskan. Salah satu plot hole-nya yaitu tidak adanya penjelasan mengapa alien menculik Kit dan menyelamatkan istri dan anak - anaknya. Saya kira di ending bakal dijelasin semuanya, tapi ternyata tidak. Sama halnya dengan nasib Leigh Emerson (Ian McShane) yang tidak diperlihatkan setelah dia berhasil mengelabuhi Monsignor Timothy. Apakah Leigh benar - benar bisa kabur dari Briarcliff? Soalnya di episode - episode awal udah dijelasin kalau nggak ada jalan keluar dari Briarcliff selain lewat pintu depan, yakali Leigh yang hanya seorang serial killer biasa dengan gampangnya bisa kabur gitu aja.

Overall, American Horror Story: Asylum memang memiliki keunggulan yang lebih banyak jika dibandingkan dengan seri Murder House. Baik dari segi cerita, akting, treatment horror-nya, semuanya mengalami peningkatan yang signifikan. Hanya saja beberapa plot hole yang muncul membuat Asylum terasa kurang memuaskan bagi saya, kayak nangggung aja gitu ending-nya soalnya masih ada banyak sekali misteri yang belum terungkap.


SCORE

6/10

Banyaknya keunggulan yang ada dalam American Horror Story: Asylum ini secara otomatis makin membuat kepopuleran American Horror Story meningkat pesat. Saya sebagai penonton pun makin penasaran akan seperti apa nanti cerita yang disuguhkan di musim ketiganya yang bertajuk Coven.

Musim kedua dari American Horror Story ini masih tetap memegang ciri khas utamanya dalam menyuguhkan thriller horror yang brutal dan kejam, dan itu membuat saya masih bisa berekspektasi tinggi kepada series ini.

Jika kalian suka dengan musim pertamanya, maka kalian pasti juga akan suka dengan musim keduanya ini.


TRAILER


***

Sekian review American Horror Story: Asylum (2012) yang dapat saya tuliskan. 

Perlu diingat bahwa seluruh isi dari postingan ini hanya berasal dari opini saya pribadi saja. Oleh karena itu, jika ada dari kalian yang ingin memberikan kritik dan saran silahkan langsung saja tulis di kolom komentar.

Jangan lupa selalu kunjungi blog ini untuk mendapatkan informasi menarik seputar film dan serial favorit lainnya.

Terima kasih.

Dava

Hanya seorang manusia biasa yang hobi nonton film dan main game

Post a Comment

Previous Post Next Post

Contact Form