Review Film Saltburn (2023) yang Sekilas Mirip dengan Parasite, Tapi Lebih Dark dan Dewasa

Review Film Saltburn (2023)

Masih ingatkah kalian dengan film Parasite yang sempat booming di tengah pandemi Corona tahun 2020 lalu?

Kala itu Parasite menjadi film yang paling ramai diperbincangkan berkat alur ceritanya yang unik dan terkesan penuh dengan komedi satir tentang kesenjangan sosial di dalamnya. 

Nah, masih dengan konsep yang sama, film karya sutradara Emerald Fennell yang berjudul Saltburn ini juga sangat erat sekali dengan unsur satir dan dark komedi di dalamnya.

Akan tetapi, tak seperti Parasite yang tampilannya cukup family friendly, Saltburn justru dengan berani menampilkan banyak adegan dewasa dan sangat sensual sejak awal, membuat film ini terasa lebih kontroversial.

Saltburn menceritakan tentang seorang mahasiswa bernama Oliver Quick (Barry Keoghan) yang sedang menikmati masa awal kuliahnya di universitas Oxford yang mayoritas berisi dari anak golongan para orang kaya. 

Dikarenakan Oliver merupakan anak beasiswa yang memiliki perekonomian biasa saja, dia pun susah mendapatkan teman selama di kampus. Kehidupan kampusnya bisa dibilang sangat muram, hingga pada suatu ketika bertemulah dia dengan Felix Catton (Jacob Elordi).

Felix merupakan mahasiswa paling populer se-angkatannya. Bukan tanpa alasan, keluarganya yang sangat kaya raya, didukung dengan paras wajahnya yang tampan membuat Felix bisa dengan mudahnya menjadi topik perbincangan.

Cewek manapun bahkan akan langsung takluk di depannya berkat kepopuleran dan kekayaannya yang tak tertandingi. Felix seolah seperti Tuhan di kampusnya yang bisa mendapatkan semua yang dia inginkan.

Pertemuan pertama Felix dengan Oliver pun terjadi secara tidak disengaja. Kala itu ban sepeda Felix sedang kempes dan Oliver yang sedang melintas tanpa pikir panjang menawarkan diri untuk meminjamkan sepedanya agar Felix tidak terlambat masuk kelas.

Hanya dengan bermodalkan sifat baik hatinya itu, Oliver akhirnya berhasil menjadi teman baik Felix. Semenjak kejadian itu, setiap harinya mereka bagaikan sepasang merpati yang tidak bisa dilepaskan satu sama lain, party bersama, belajar bersama, semua hal mereka lakukan bersama seolah seperti sepasang saudara.

Sampai suatu ketika tibalah masa liburan semester, dan Oliver yang tidak memiliki agenda apapun di sepanjang liburannya akhirnya diajak untuk menginap di rumah mewah Felix yang dinamai dengan Saltburn.

Selama tinggal di Saltburn itulah sifat asli dari Oliver mulai terlihat, yang awalnya dia terlihat seperti seorang mahasiswa culun biasa, secara perlahan sifat aslinya yang manipulatif mulai terungkap.

Seperti yang sudah saya bilang di awal tadi, film ini emang punya konsep yang mirip sama Parasite. Kesenjangan antara si kaya dan si miskin, saling nyindir seputar ekonomi dan kehidupan sosial yang dikemas dengan dark jokes, semua itu benar - benar tersaji dengan cukup sempurna selama 127 menit durasi filmnya berjalan.

Barry Keoghan yang berperan sebagai Oliver pun berhasil menjadi spotlight utama di film ini. Entah kenapa pokoknya kalau Barry Keoghan berperan sebagai anak yang agak aneh itu rasanya kayak nyatu aja gitu. Performanya mirip lah kayak perannya di film The Killing of a Sacred Deer, yang mana di film itu Barry Keoghan beneran nampilin karakter yang aneh, misterius, tapi punya peran yang sangat penting di cerita. 

Di Saltburn ini pun dia juga begitu, perannya sebagai Oliver Quick mampu menghipnotis saya sebagai penonton seolah melihat kalau Oliver itu emang beneran mahasiswa yang culun dan polos. Tapi nanti di ending semuanya bakal dibalik seperti nasi yang tumpah dari wadahnya, pokoknya kalian tonton sendiri dulu deh filmnya biar tahu gimana ending-nya.

Meski keseluruhan alurnya hanya berpusat di drama keluarga saja, film ini ternyata punya banyak sekali unsur seksual yang menyimpang, dan itu jujur membuat saya tidak terlalu nyaman saat menontonnya. 

Ada banyak sekali scene telanjang di film ini, apalagi di ending waktu Oliver menari telanjang sambil mengelilingi rumah itu rasanya terlalu absurd sih. Tapi karena tampilan film ini dari awal emang udah agak absurd, jadi scene - scene itu terlihat tidak begitu aneh dilihat, meski sebenarnya nggak terlalu dibutuhin juga, toh kalo scene - scene itu diilangin ceritanya masih tetep tersampaikan kok.

Alur ceritanya yang sangat lambat di paruh awal film juga menjadi kekurangan yang cukup menonjol. Kehidupan Oliver selama di kampus terlalu lama diceritakan, padahal seluruh konfliknya baru muncul waktu dia nginep di rumahnya Felix selama liburan musim panas. Jadinya hampir 20 menit awal film ini berjalan rasanya cuma buat nyusun chemistry antara Oliver dan Felix yang diceritakan sebagai teman dekat.

Menonton Saltburn rasanya seperti mendengarkan cerita absurd dari temen sekolahmu. Meski mayoritas isinya ngalor ngidul, tapi kalian bakalan tetap betah nyimak sampai akhir.


SCORE

5/10

Saltburn menjadi tontonan yang cukup menarik di akhir tahun 2023, meski buat saya film ini agak membosankan. Model film yang dewasa dan vulgar kayak gini emang nggak terlalu cocok sih sama selera orang Indonesia, makanya score dari saya cukup ada di angka 5 saja.

Mungkin aja di negara asalnya sana film ini lebih dinikmati, karena buktinya Saltburn menerima respon yang cukup positif dari para kritikus.

Overall, Saltburn memang bukanlah film yang cocok ditonton untuk semua kalangan. Minim harus punya pemikiran yangterbuka sih waktu nonton film ini, soalnya ada banyak sekali unsur dewasa dan komedi - komedi gelap di dalamnya yang tentu terlihat sangat sensitif bagi sebagian orang.

Kalau kalian sudah pernah lihat film Parasite dan ingin nyari film yang mirip, Saltburn memang dapat menjadi jawabannya, meski dengan tampilan yang lebih dark dan dewasa.


TRAILER


***

Sekian review film Saltburn (2023) dari saya. Perlu kalian tahu bahwa seluruh isi postingan ini hanya berasal dari opini saya pribadi.

Oleh karena itu, jika ada dari kalian yang ingin memberikan tambahan silahkan langsung saja tulis di kolom komentar.

Jangan lupa selalu kunjungi blog ini untuk mendapatkan informasi menarik seputar film dan series lainnya.

Terima kasih.

Dava

Hanya seorang manusia biasa yang hobi nonton film dan main game

Post a Comment

Previous Post Next Post

Contact Form