Review Film Imaginary (2024), Teror Seram dari Teman Khayalan

Review Film Imaginary (2024)

Hampir setiap orang pasti pernah punya teman khayalan. Fase itu seringkali terjadi saat masih kecil, karena di masa itu yang kita pikirkan hanya hal - hal yang bersifat imajinatif, seperti teman khayalan.

Ada banyak media yang sering dijadikan sebagai teman khayalan, boneka adalah salah satu contohnya. Di kalangan anak perempuan, boneka sudah seperti teman bermain yang bisa diajak bicara, berbagi keluh kesah, bahkan ada anak yang sampai tidak bisa lepas dari boneka kesayangannya.

Hal itu juga dirasakan oleh bocah bernama Alice (Pyper Braun) di film yang berjudul Imaginary ini. Tepat setelah keluarganya pindah, Alice menemukan teman khayalannya sendiri yang bernama Chauncey. Chauncey adalah sebuah boneka beruang coklat yang secara tidak sengaja dia temukan di bawah loteng rumah saat bermain petak umpet dengan ibu tirinya.

Sejak itu, Alice pun sangat sering bermain dengan Chauncey. Jessica (DeWanda Wise) yang merupakan ibu tirinya pun sangat senang melihatnya, karena secara tidak langsung dengan menemukan teman imajinasinya, itu artinya Alice telah merasa nyaman berada di rumah barunya.

Namun, yang tidak mereka tahu adalah Chauncey sebenarnya bukanlah teman khayalan pada umumnya. Terdapat kekuatan jahat dibaliknya yang berusaha untuk mengambil dan menjebak imajinasi yang dimiliki oleh Alice.

Seperti judulnya, Imaginary memiliki konsep yang solid seputar imajinasi dan teman khayalan yang dimiliki oleh seorang anak kecil. Temanya memang tersaji dengan sangat pas, didukung dengan cast anak kecilnya yang juga bisa akting, membuat film ini terlihat hidup dan tidak boring.

Untuk alurnya sebenarnya tidak ada yang istimewa, sebuah keluarga yang mendapatkan teror setelah pindah rumah udah jadi tema yang sangat klise buat dijadiin film horor. Tapi, menariknya film ini tidak terburu - buru dalam menampilkan horornya. 

Di paruh awal film ini hanya terlihat seperti drama keluarga biasa, bahkan nggak ada momen horornya sama sekali karena emang di menit - menit awalnya tuh difokusin buat pengenalan dan pendalaman dari tiap karakternya

Dan hasilnya? Meski tidak maksimal, pendalaman karakternya cukup terasa, khususnya hubungan antara karakter Jessica dengan Taylor (Taegen Burns) yang sejak awal tampil mereka berdua tidak pernah akur. Kepribadian Taylor sebagai anak pertama yang tidak mau mengakui Jessica sebagai ibu tirinya terlihat meyakinkan. Ngelihat dari muka juteknya aja udah kelihatan jelas kalau dia sebenci itu sama ibu tirinya.

Formula yang dikasih ke film ini sebenarnya tidak jauh berbeda dari film horor lainnya, tapi karena udah banyak banget film horor serupa yang rilis, jadinya film ini kayak kelihatan biasa saja. Bahkan plot twist yang muncul di ending pun tidak bisa berbuat banyak, karena plot twist-nya udah bisa ditebak duluan.

Imaginary mungkin akan menjadi film horor yang menakjubkan jika dirilis di tahun 2010-an, karena di masa itu belum banyak film horor yang punya treatment kayak gini. Beda jauh sama sekarang yang mana film horor yang punya konsep kayak gini udah banyak banget pilihannya. 


SCORE

6/10

Meski tidak ada istimewanya, Imaginary masih menjadi film yang cukup recommended buat kalian tonton. Konsep imajinasi anak kecil yang dikaitkan dengan makhluk halus cukup menarik, meski formula filmnya sangat mudah dibaca.

Kualitas akting dari para pemerannya juga tidak terlalu buruk, apalagi akting dari Pyper Braun sebagai Alice yang beneran bisa nggendong film ini sendirian. Overall, Imaginary ini memang masih sepadan buat kalian tonton, apalagi buat kalian yang lagi nyari film horor yang cocok ditonton sama keluarga.


TRAILER


***

Sekian pembahasan film Imaginary (2024) dari saya.

Perlu diingat bahwa seluruh isi dari postingan ini hanya berasal dari opini saya pribadi. Oleh karena itu, jika ada dari kalian yang ingin memberikan tambahan silahkan tulis saja di kolom komentar.

Jangan lupa selalu kunjungi blog Film Corner untuk mendapatkan rekomendasi seputar film atau series menarik lainnya.

Terima kasih.

Dava

Hanya seorang manusia biasa yang hobi nonton film dan main game

Post a Comment

Previous Post Next Post

Contact Form