Trending

Review The Boys Season 5 (2026), Akhirnya Homelander bisa Dikalahin Juga

Review Series The Boys Season 5

Setelah 7 tahun lamanya, akhirnya series The Boys tamat juga, yeyy!

Perjalanan Butcher dan kawan - kawannya dalam menumpas Homelander resmi berakhir di season 5 yang episode terakhirnya sudah tayang di Amazon sejak tanggal 20 Mei lalu.

Sejak season pertamanya dirilis di tahun 2019 silam, The Boys memang selalu mendapatkan hype yang tinggi dari para penontonnya.

Salah satu faktornya sangat jelas, karena The Boys berani tampil beda dalam ngusung cerita bertema superhero. 

Selama ini kalau denger film superhero kan pasti ekspektasinya ya tentang sekelompok orang berkekuatan super yang berusaha buat merangin komplotan penjahat.

Batas antara baik dan jahat tuh sangat jelas. Pihak superhero selalu baik, dan yang jadi penjahat selalu jahat.

Tapi, konsep tersebut tak berlaku di The Boys. Homelander yang ditampilkan sebagai sosok superhero kayak Superman kelakuannya malah mirip psikopat yang dengan entengnya ngambil nyawa orang sesuka dia.

Tapi yaudah lah ya, kalian semua pasti juga udah tau premis dari series ini.

Jadi, sesuai judul mari langsung fokus bahas season kelimanya saja, yang juga menjadi season final dari series ini. 

Tanpa berbasa - basi lagi, langsung saja berikut pembahasannya:


PROS

1. Antony Starr & Karl Urban yang Masih Tampil Maksimal

Karl Urban dan Antony Starr

Udah 5 season berjalan, namun performa Antony Starr sebagai Homelander tak pernah memudar sedikitpun. Tatapannya yang tajam dan mengintimidasi tetap menjadi mimpi buruk bagi kita para penonton, serem aja gitu takut kena lasernya.

Bahkan di season terakhir ini, kita sebagai penonton masih dibuat ngeri dengan tingkah dari Homelander yang nggak bisa ditebak; tiba - tiba nancepin kepala orang lah, tiba - tiba bawa terbang orang ke luar angkasa. Masih tetap brutal.

Karl Urban yang tampil sebagai Billy Butcher pun sama bagusnya. Obsesinya untuk membunuh Homelander tetap terlihat jelas dari tatapan matanya yang depresif, namun juga penuh dengan harapan, khususnya untuk Hughie yang sudah dia anggap sebagai saudara kandungnya sendiri.

2. Redemption Arc A-Train

A-Train

A-Train adalah villain yang pertama kali nongol dalam semesta The Boys, dan sayangnya dia juga lah yang menjadi hero yang pertama kali meninggal dalam series ini.

Perjalanan karakter A-Train dari yang awalnya sebagai sosok villain yang sangat dibenci, sampai berubah menjadi karakter hero yang sangat di idolakan terasa sangat memukau dan memorable. 

Momen awal perubahan itu terjadi ya ada di season 4 lalu, waktu A-Train nyoba nyelamatin MM, lalu waktu sampai di rumah sakit dia menyaksikan anak kecil yang tersenyum tulus kepadanya.

Nah, semenjak kejadian itu, A-Train benar - benar berubah drastis, dan puncaknya di season 5 ini waktu dia selamatin Hughie dari serangan laser milik Homelander. 

Ironis aja gitu rasanya, Hughie disini menjadi orang pertama dan terakhir yang diselamatin sama A-Train, what a man.

3. Masih Nampilin Satir Politik Dunia Nyata 

Bukan The Boys namanya kalau tidak menyindir fenomena sosial dan politik di dunia nyata. 

Ada banyak sekali fenomena jaman now yang disindir lewat series ini, mulai dari kesalahan AI yang menampilkan jari lebih banyak, stok baby oil di rumahnya Mr. Marathon yang nyindir tentang skandalnya P. Diddy, dan masih banyak lagi unsur satir lain yang ditampilin.

Tapi, kalo dibandingin sama season sebelumnya sih sebenarnya masih kalah jauh, sebab di season finale ini ceritanya sudah padat dan nggak ada ruang lagi buat main - main seperti season - season sebelumnya.


CONS

1. Alurnya yang Acak - Acakan

The Boys season finale harusnya menyajikan cerita yang intens dari awal hingga akhir, namun entah kenapa rasanya series ini sedikit kehilangan arah di beberapa episode awalnya.

Virus pembunuh superhero yang hype-nya sudah terbangun dari series Gen V kurang terasa impact-nya. Toh akhirnya Homelander nyari serum V1 biar dia bisa immune dari virus tersebut.

Jadi kesannya tuh kayak hilang arah aja gitu. Di satu sisi The Boys ingin menghubungkan ceritanya dengan series Gen V, tapi di sisi yang lain ini The Boys ingin ceritanya tidak bertele - tele karena ini udah season terakhir, season yang harusnya jadi pamungkas, bukan malah dibikin muter - muter ga jelas.

2. Banyak Karakter Baru, tapi Minim Spotlight

Di season 5 ini kita dikenalin sama banyak karakter baru, tapi sayangnya mayoritas dari mereka hanya tampil beberapa menit doang dan impact-nya pun tidak berdampak besar ke dalam cerita.

Salah satu karakter yang terasa banget di sia - siakan di season terakhir ini adalah Soldier Boy dan Bombsight.

Soldier Boy yang ditampilkan sebagai pahlawan yang abadi justru malah terlihat nggak ngapa - ngapain. Kerjaan dia cuman bantuin Homelander buat nyari V1, abis itu udah, nggak ada lagi perannya sama sekali.

Padahal, di season 3 dulu Soldier Boy tampil sangat mendominasi, aura mencekamnya sebagai superhero pendahulunya Homelander sangat terasa. 

Tapi di season 5 ini? Dia malah tampil sangat lembut, udah kayak bapak - bapak yang pasrah mau anaknya bertingkah kayak gimana.

Bombsight yang tampil sebagai rival lama dari Soldier Boy pun sama ngenesnya. Nama dia padahal udah di sebut berkali - kali, tapi waktu nongol ehh dia cuma nongol beberapa menit doang, abis itu udah nggak tampak lagi batang hidungnya.

3. Ending yang Kurang Memuaskan

Dari mulai momen Homelander yang dapat V1 gratis oleh Soldier Boy aja saya sudah bisa memprediksi kalau series ini bakal nampilin ending yang terbilang "aman". 

Dan yap, benar dong ending-nya beneran dibikin aman, nggak yang bagus banget, tapi nggak jelek juga.

Walaupun gak mengecewakan banget. Bagi saya, The Boys season finale ini tetap membuang banyak hype yang selama ini udah terkonsep rapi sejak season - season sebelumnya.

Contohnya nih, konflik antara Homelander dan Soldier Boy yang terasa selesai gitu aja. Dengan ego mereka berdua yang sama - sama tinggi, saya yakin harusnya Homelander dan Soldier Boy dapet momen gelud yang all in sampe ada dari mereka yang mati.

Padahal, timing-nya juga udah ada lho waktu Soldier Boy ini megang serum V1 di hadapan Homelander. Seharusnya di momen itu mereka berdua gelud aja gitu sampai Soldier Boy tewas terus Homelander baru bisa dapetin V1, bukannya malah dikasih gratis yang arghhhh rasanya tuh malah bikin kesel yang nonton.

Udah gitu di episode terakhir ada logika yang dijalankan secara tidak konsisten. Di salah satu scene diperlihatkan Homelander bisa terbang ke luar angkasa lalu balik lagi ke tempat semula hanya dalam beberapa detik saja.

Tapi waktu bertarung dengan Butcher? Nope, Homelander terbangnya dibikin lemot betul. Jadi kesannya tuh Homelander harus kalah saat itu juga, mau dia bisa terbang kek, pokoknya dia harus kalah.

4. Banyak Plot Hole

Meski sudah resmi tamat, tapi sayangnya masih banyak plot hole yang ditinggalkan sama series ini. Contohnya yaitu dimana posisi superhero lain waktu Homelander sedang bertarung dengan Butcher? 

Mereka kan bertarungnya di dalam gedung putih, yakali gaada satu pun superhero lain atau dari pihak militer gitu yang dateng.

Nasib karakter Soldier Boy juga terasa dibuang gitu aja. Setelah dipiting lehernya sama Homelander sampai pingsan, Soldier Boy lalu dimasukkan kembali ke mesin pendinginnya, dan yaudah gitu aja, sampe series-nya kelar nasibnya nggak disinggung lagi.

Pengganti dari The Seven juga tidak ditampilkan, padahal Stan Edgar sudah kembali memimpin Vought. 

Harusnya dengan kematian Homelander, akan ada penggantinya yang kurang lebih punya peran yang sama, sebagai wajah dari Vought. Tapi nyatanya sampai credit-nya berjalan, nggak ada scene yang nampilin itu semua.


TRAILER


SCORE

6/10

Meski ditutup dengan biasa saja, The Boys masih tetap menjadi series superhero favorit saya.

Series ini berhasil ngasih gambaran nyata tentang keadaan sekarang jika kita hidup berdampingan dengan para superhero.

Kecewa sih iya soalnya tamatnya terkesan biasa aja gini. Tapi yaudah lah ya, setidaknya ending-nya nggak yang jelek banget, masih bisa diterima kok meski nggak memorable kayak season - season sebelumnya.

Bagi saya sendiri, season terbaik dari The Boys ini masih dipegang sama season 3 nya. Final fight-nya dapet, konfliknya dapet, dramanya dapet juga, udah paling the best emang season ketiganya tuh.

***

Sekian review series The Boys Season 5 (2026) dari saya. Apabila ada dari kalian yang punya pendapat lain tentang series ini silahkan langsung tulis saja di kolom komentar.

Jangan lupa selalu kunjungi blog ini untuk mendapatkan informasi seputar film ataupun series menarik lainnya.

Terima kasih.

Dava

Hanya seorang manusia biasa yang hobi nonton film dan main game

Post a Comment

Previous Post Next Post

Contact Form