Tidak banyak karya thriller politik yang mampu bertahan lintas generasi seperti The Day of the Jackal. Novel yang terbit pada 1971 ini telah melahirkan film klasik pada tahun 1973, dan kini kembali hadir dalam series modern.
Buat kalian yang belum familiar sama film klasik ataupun novelnya,
The Day of the Jackal adalah kisah dari seorang pembunuh bayaran yang terampil dalam menggunakan
senjata sniper.
Tak hanya terampil dalam hal menembak, dia juga terampil dalam
menyembunyikan diri, membuatnya sangat susah dicari oleh pihak berwajib.
Nah, dari situ saja kalian pasti udah paham konsepnya kan?
Yap, series ini kayak permainan kucing - tikus, dimana The Jackal akan terus
berusaha lari dari kejaran pihak berwajib sembari melaksanakan tugasnya
untuk membunuh tokoh - tokoh penting demi bayaran yang tinggi.
SINOPSIS
Series The Day of the Jackal mengikuti seorang pembunuh profesional
misterius yang dikenal sebagai “the Jackal”, diperankan oleh
Eddie Redmayne.
Seperti yang sudah saya singgung sebelumnya, The Jackal di series ini akan
mendapatkan tugas untuk membunuh tokoh - tokoh penting demi bayaran yang
besar.
The Jackal ditampilkan sebagai seorang pria dengan tingkat kedisiplinan yang
sangat tinggi. Seluruh rencananya sangat matang, bahkan hingga detail yang
kecil sekalipun. Dia memiliki pedoman "tidak mau mengambil resiko", jadi
sebisa mungkin setiap resiko yang ada sudah dia eliminasi sejak awal.
Akan tetapi, sepandai - pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Yap,
keberadaan The Jackal akhirnya mulai terendus oleh Bianca Pullman (Lashana
Lynch) yang merupakan agen MI6 yang handal di bidang senjata.
Sniper kustom yang dipakai The Jackal dalam membunuh targetnya ternyata
justru menjadi clue utama bagi Bianca untuk mulai menelusuri jejaknya.
Bisakah The Jackal kabur dari kejaran Bianca sembari menuntaskan target
buruannya? Untuk mengetahui jawabannya, silahkan tonton sendiri series ini
sampai usai, baru satu season kok jadi nggak banyak banget eps nya ehehehe.
PROS
Lantas, faktor apa saja sih yang membuat series ini menarik buat kalian
tonton? Simak pembahasannya berikut:
1. Eddie Redmayne yang Tampil Sempurna
|
| Eddie Redmayne yang berperan sebagai The Jackal |
Berbeda dengan banyak karakter assassin modern yang penuh aksi brutal,
Jackal versi Redmayne tampil sangat tenang, kalem, dan nyaris tanpa emosi.
Dia tahu kemampuannya dan dia sangat terampil dalam hal itu. Oleh karena
itu, dalam menjalankan aksinya, dia tampak selalu tenang, yang deg deg an
justru malah yang nonton.
Eddie Redmayne seolah ditakdirkan untuk memerankan the Jackal, sebab tatapan
dinginnya sangat pas dengan karakteristik dari the Jackal itu sendiri yang
selalu tenang di segala situasi.
Meski dialognya minim, dia tetap bikin penonton hening, cemas kapan dia akan
menekan pelatuk snipernya.
2. Nuansa Politik Modern yang Lebih Kompleks
Novel dan film originalnya sangat dipengaruhi situasi politik Prancis era
1960-an, namun tidak dengan series-nya kali ini.
Karena bersetting di jaman modern,
The Day of the Jackal mengisahkan dari the Jackal di era
sekarang yang sedang menargetkan seorang tokoh revolusioner bernama Ulle Dag
Charles yang berencana akan merilis software bernama River.
Software tersebut diperkirakan akan mengubah konsep ekonomi di dunia,
sebab software tersebut akan membuat seluruh keuangan di dunia
menjadi transparan.
Jadi kelihatan siapa yang kebanyakan korupsi, siapa yang nggak.
Tentu saja, banyak pihak yang tak menginginkan River dirilis, sehingga
akhirnya mereka menyewa the Jackal untuk membunuh Ulle Dag Charles, atau
yang biasa dipanggil dengan UDC.
Pendekatan yang modern ini membuat ceritanya terasa lebih realistis untuk
penonton masa kini. Seru aja gitu ngelihat gimana the Jackal bisa tetap
lolos di tengah banyaknya teknologi yang bisa melacaknya.
3. Visual dan Sinematografi Sangat Stylish
Kalo soal visual sih series ini the best banget sih. Series ini tahu
bagaimana membuat penontonnya untuk tetap merasa excited meski dialog
dari karakter utamanya tergolong minim.
Salah satu contohnya ya bagaimana cara the Jackal ini tampil dalam kehidupan
sehari - harinya. Meski hanya di tahap observasi keadaan, the Jackal selalu
tampil stylish yang selalu tampak menarik untuk dilihat. Fashionnya
sangat beragam, tapi bagus semua, udah kayak ngelihat model yang diem - diem
jago bunuh orang.
Alih - alih penuh aksi dar der dor, series ini membangun
ketegangannya lewat observasi, penyamaran, dan perencanaan detail. Oleh
karena itu, jika kalian suka sama series - series yang menekankan pada
detail, series ini sudah pasti ada di top priority kalian.
CONS
1. Akting Karakter Pendukung yang Kurang Memuaskan
|
| Lashana Lynch sebagai Bianca Pullman |
Akting Lashana Lynch yang jadi agen MI6 aja terasa sangat datar disini.
Padahal kalau dilihat dari track record dia kurang bagus apa coba,
udah nongol beberapa kali di film Marvel, nongol juga di film film
action kayak No Time to Die.
Tapi entah karena apa, aktingnya disini sangat terasa hambar, berbanding
terbalik dengan Eddie Redmayne yang seolah udah nggak ada celahnya, bagaikan
langit dan bumi deh pokoknya.
Selain Lashana Lynch, karakter pendukung lainnya juga tak memiliki
impact yang besar ke cerita. Satu - satunya karakter pendukung yang
cukup memorable di series ini hanyalah Nuria yang diperankan oleh
Ursula Corbero. Itu pun aku agak bias nilainya gegara penampilan epiknya
selama di series Money Heist dulu.
TRAILER
SCORE
9/10
Saya emang suka dengan series ataupun film yang berfokus kepada
detail.
Apalagi di film dengan tema assassin kayak gini, nggak asal
dar der dor doang, tapi seluruh prosesnya dari awal diceritain secara
detail, membuat kita sebagai penonton seolah - olah ikut mendampingi
karakter the Jackal dalam menjalankan setiap tugasnya.
Series ini pun tidak asal melakukan remake, mereka benar - benar
memodifikasi karakter the Jackal dari film original dan novel klasiknya yang
bersetting di era tahun 90an ke era modern seperti sekarang.
Nggak mudah lho ngelakuin transformasi itu, dan
The Day of the Jackal berhasil mengeksekusinya dengan sempurna.
***
Mungkin itu aja review series The Day of the Jackal dari saya. Apakah
kalian tertarik buat nonton series ini? Kalau udah nonton, silahkan beri
pendapat kalian di kolom komentar.
Jangan lupa selalu kunjungi blog ini untuk mendapatkan informasi menarik
seputar film ataupun series lainnya.
Terima kasih.


