Review Film Late Night with the Devil (2024), Teror Seram di Tengah Acara Talk Show

Review Film Late Night with the Devil

Dari sekian banyak jenis acara yang ditayangkan di televisi, acara talk show adalah yang paling digemari oleh para penonton. Buktinya, sejak jaman dahulu sampai sekarang acara talk show tidak pernah absen satu kali pun dari layar televisi.

Nah, sama halnya seperti acara televisi lainnya, untuk mempertahankan sebuah acara talk show tentu dibutuhkan rating yang tinggi agar para sponsor tetap memberikan support kepada acara tersebut. Hal itulah yang sedang diusahakan oleh Jack Delroy (David Dastmalchian) di film ini. Lewat acara talk show-nya yang bertajuk Night Owl's perjalanan karir Jack sebagai host dimulai.

Sejak episode pertamanya mengudara, acara tersebut selalu disandingkan dengan The tonight Show milik Johny Carson yang telah sukses duluan. Meski demikian, Jack tidak pernah putus asa untuk meniti karirnya sebagai host. Kerja kerasnya pun mulai terbayar beberapa tahun kemudian saat acaranya mulai diminati oleh warga Amerika saat itu yang suka dengan gimmick kecil yang selalu Jack selipkan di tengah acaranya berlangsung.

Beragam prestasi pun mulai Jack dapatkan. Tapi, sebanyak apapun prestasi yang telah dia dapatkan, acaranya tetap selalu kalah saing dengan Johny Carson. Tak lama setelah itu, popularitas yang telah Jack dapatkan mulai menurun secara signifikan. Semakin banyaknya rumor bahwa Jack menjadi anggota dari kultus Grove membuat banyak orang mulai curiga akan kesuksesan yang selama ini telah dia dapatkan. 

Keadaan itu semakin diperparah dengan kematian istrinya yang membuat semangatnya sebagai host kian memudar. Karirnya kini sudah diambang jurang, kelangsungan acara talk show-nya pun ikut terancam karena para sponsor sudah mulai enggan untuk memberikan support.

Untuk membalikkan keadaan itu, Jack merencanakan sebuah acara khusus di malam Halloween yang mereka percaya akan mengundang perhatian banyak orang. Pada malam itu mereka mengundang beberapa bintang tamu yang memiliki spesialis tentang hal - hal mistis, salah satunya adalah gadis bernama Lilly yang dipercaya menjadi wadah dari sebuah roh jahat.

Demi menaikkan rating acaranya, Jack ingin melihat secara langsung pemanggilan roh itu secara live. Namun, tanpa dia sadari, hal itulah yang menuntunnya menuju kehancuran.

Film garapan sutradara Cameron dan Colin Cairnes ini secara mengejutkan berhasil melampaui ekspektasi dari saya. Style found footage yang digunakan, ditambah dengan atmosfer era tahun 70-an yang diberikan membuat film ini terasa kian menarik untuk kalian saksikan. 

Ketika menontonnya, kalian seolah dibawa kembali ke era tahun 70-an, mulai dari sound effect-nya, format acara talk show-nya, semuanya benar - benar terlihat klasik. Meski saya belum lahir di era itu, tapi entah kenapa feels era 70-an nya bisa saya rasakan, kayak realistis aja gitu.

Film ini juga punya gaya penceritaan yang cukup menarik, di beberapa menit awal kalian nanti akan dibubuhi dengan beberapa informasi penting seputar Jack yang ternyata itu semua akan memiliki kaitan dengan beberapa peristiwa yang terjadi nanti di pertengahan filmnya. 

Cameron dan Colin Cairnes dengan sengaja menyajikan notes - notes yang penting dulu ke penonton, jadinya nanti kalian udah lebih paham duluan sama latar belakang dari karakter Jack yang dari awal sampai akhir akan tampil sebagai host.

Di sepanjang durasinya, Late Night With the Devil ini tampil layaknya sebuah acara talk show pada umumnya. Diawali dengan perkenalan host, lalu basa - basi dikit, abis itu mulai dimunculin bintang tamunya satu per satu, udah kayak nonton talk show biasanya lah. 

Cuman, bedanya disini ditampilin juga kegiatan di belakang layarnya, jadi kalian bisa tahu apa saja yang dilakukan oleh para host dan bintang tamu waktu iklan sedang bergulir. Scene tersebut secara khusus ditampilkan dengan warna hitam putih, jadi secara tidak langsung kalian sebagai penonton bisa membedakan mana scene waktu acara talk show-nya sedang berlangsung dan mana scene waktu di belakang layar.

Harus saya akui, performa David Dastmalchian yang berperan sebagai Jack di film ini sangat brilliant. Dia berhasil tampil sebagai host yang atraktif, periang, namun bisa kelihatan depresif juga saat ada yang menyinggung soal mendiang istrinya. Perannya sebagai Jack Delroy di film ini menepis anggapan bahwa perannya akan selalu menjadi karakter sampingan, buktinya lewat karakter Jack Delroy ini dia tampil sebagai karakter utama yang berhasil menyita perhatian saya sebagai penonton dari menit awal sampai akhir filmnya berjalan.

Ada pula karakter bernama Carmichael Hunt (Ian Bliss) yang tampil sebagai pihak oposisi di acara talk show tersebut. Dia meyakini bahwa segala hal - hal mistis yang terjadi itu semua hanyalan tipuan dan trik layaknya seorang pesulap. Nah, keberadaan karakter Car inilah yang membuat filmnya menjadi menarik, karena dialah yang nanti menuntun ke fase klimaksnya, dan percayalah, mulai dari klimaks sampai ending film ini nggak ada henti - hentinya buat ngasih kalian kejutan.


SCORE

9/10

Sejauh ini, Late Night with the Devil adalah film horor yang paling saya sukai di tahun 2024. Film ini punya banyak sekali keunggulan dan keunikan yang belum pernah saya temukan saat menonton film horor lainnya, dan karena keunikannya itulah yang membuat saya sangat menikmati film ini di setiap fasenya.

Tema talk show era 70-an yang sangat memukau, ditambah dengan performa akting dari David Dastmalchian yang tak kalah memukaunya membuat film ini sangat sayang buat kalian lewatkan.

Film ini seolah sebuah permata usang yang dipoles dengan begitu indahnya, karena meski tampilannya sangat klasik, ceritanya sangat menawan untuk dinikmati berulang - ulang.


TRAILER


***

Sekian review film Late Night With the Devil (2024) dari saya.

Perlu diingat bahwa seluruh isi dari postingan ini murni dari opini saya pribadi saja. Oleh karena itu, jika sekiranya ada dari kalian yang ingin memberikan tambahan silahkan langsung tulis saja di kolom komentar.

Jangan lupa selalu kunjungi blog Film Corner untuk mendapatkan review seputar film atau series favorit lainnya.

Terima kasih.

Dava

Hanya seorang manusia biasa yang hobi nonton film dan main game

Post a Comment

Previous Post Next Post

Contact Form